Proses pembuatan air tawar di dunia industri ada
beberapa cara, yaitu: Reverse Osmosi Plant (dengan cara filtrasi membran), Ion
Exchanger (diambil dari sumber air) dan Desalination (perbedaan titik didih).
Di sini saya ingin sedikit menjelaskan tentang
desalination di PLTU pada umumnya.
MED singkatan dari Multy Effect Desalination
Plant adalah suatu peralatan
penunjang yang berfungsi untuk memproduksi air baku dengan cara merubah air laut menjadi air
tawar melelui proses penguapan
(evaporasi) dan pengembunan (condensasi) yang digunakan sebagai air penambah PLTU.
Kontinuitas dan kualitas
air baku yang diproduksi MED sangat
mempengaruhi proses operasi di PLTU. Oleh karena itu parameter yang harus dijaga diantaranya:
1. Conductivity (<20us/cm
) disebut juga daya
hantar listrik. Kemampuan suatu larutan untuk menghantarkan listrik yang disebabkan karena adanya kandungan garam di air laut yang
bisa menyebabkan terjadinya penggaraman ataupun korosi.
2. PH (7.5-9.0) pH yang terlalu tinggi ataupun terlalu
rendah akan menyebabkan terjadinya kerak. Pada pH tinggi juga dapat menyebabkan
busa
3. CL (<1000
ppb) Cl- sebagai unsur
dari air laut (NaCl) yang mengakibatkan terbentuknya endapan dan menyebabkan
potensi korosi.
Cara Kerjanya:
Filling water:
Air laut dipompa ke Setling basin (untuk proses
penyaringan biota laut) dan over flow menuju ke sea Water reservoir (untuk ditampung).
Setelah itu air kembali di pompa keMED menuju Condenser, dari sini di lanjutkan
Spray air laut ke permukaan tube Efect 1-7.
Steam:
Steam untuk MED di ambil dari Aux. steam header (>300oC)
yang di alirkan ke dalam tube Efect 1. Karena adanya spray maka air laut di
luar tube akan menguap (Evaporasi) dan uap tersebut di alirkan ke Effect 2 dan
seterusnya. Krn adanya perbedaan temperatur, steam yang ada di dalam tube akan
terkondensasi. Dari hasil kondensasi itulah air Raw Water bisa di hasilkan.